Iklan

Iklan

Cerita Penyintas Covid-19, Rutin Silaturahmi Daring

 

Suparman (56) seorang penyintas Covid-19 yang berhasil lolos dari paparan virus

DEMAK,BOLOMOE.com -- "Saya percaya dengan kekuatan silaturahmi." Ungkap Suparman (56) seorang penyintas Covid-19 yang berhasil lolos dari paparan virus yang sudah menelan banyak korban jiwa di dunia.

Sekitar bulan November 2019, pria yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Jawa Tengah ini masuk rumah sakit swasta di Kota Semarang dengan gejala awal penyakit typus. Setelah menjalani rapid test dan swab, ia pun ditengarai positif terpapar virus corona. Walhasil Suparman pun harus menjalani karantina di rumah sakit tersebut.

Pria bercucu satu itu sempat shock mendengar diagnosa dokter. Hari pertama berada di ruang karantina ia lalui dengan nyali yang ciut. Untungnya pihak rumah sakit masih mengizinkannya membawa ponsel sehingga ia bisa menghubungi orang orang terdekatnya.

"Tiap kali saya video call ke keluarga atau rekan sejawat saya menangis. Saya putus asa." Tuturnya dengan tatapan menerawang saat diwawancarai, Rabu (30/12/2020).

Hari berikutnya PNS yang rutin berolahraga bulu tangkis dan sepak bola di usia yang tak lagi muda ini pun mulai bisa menerima kondisinya. Ia pun menata hati dan mulai mengingat hal hal positif dalam hidupnya.

Berdasarkan kesaksian rekan sekantor dan keluarga serta kawan kawan lainnya, pria ini memiliki rutinitas yang patut diacungi jempol yakni setiap pagi rajin shalat Dhuha dan membaca Al Qur'an terutama surat Al Waaki'ah. Maka di dalam kamar perawatan selama proses karantina ia lalui dengan selalu melantunkan ayat Al Qur'an dan bershalawat.

Tak lupa, ia pun rajin menghubungi semua kenalannya dan minta maaf serta minta doa agar terhindar dari wabah penyakit yang mematikan. Ia sangat yakin akan hikmah silaturahmi yakni memanjangkan umur, menyehatkan badan dan melapangkan rizki.

"Selama di karantina saya selalu menjaga wudhu. Tentu saja ini bagian dari perilaku 3 M kan?" Ungkapnya sambil tersenyum.

Selama dalam proses perawatan dan karantina, ia mendapat pengobatan secara rutin. Tak lupa mengonsumsi air putih secukupnya. Selain itu ia juga mengoleskan minyak kayu putih setiap saat untuk menjaga badannya agar tetap hangat.

Kini setelah dinyatakan sembuh dan diizinkan kembali beraktivitas seperti biasa, Suparman pun menjadi rajin menasihati orang orang disekelilingnya agar mematuhi protokol kesehatan.

"Jaga jarak yaa,, terutama setelah bertemu dengan orang lain. Jangan lupa pakai masker.  Kita tidak tahu siapa yang membawa virus corona." Pesannya. (Kusfitria Marstyasih)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh wibs24. Diberdayakan oleh Blogger.