Iklan

Iklan

Cerita Pedagang Kuliner Jawa di Masa PPKM Level 1

Suasana wisata kuliner di Kampung Jawi Semarang, Rabu (24/11/2021)

SEMARANG,BOLOMOE.com - Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang masih berada pada status level satu namun masyarakat sudah mulai bisa bernafas lega. Paling tidak aktivitas di luar ruangan mulai agak longgar meski tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). 

Setiap saat masyarakat masih tetap harus mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak aman satu sama lain, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

Setidaknya dengan PPKM yang makin turun level, bisa menjadi sebuah momentum bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang sudah lama rindu bertransaksi langsung di lokasi niaga. 

Kampung Jawi adalah salah satu wahana penyedia kuliner tradisional khas Jawa yang turut merasakan angin segar ketika PPKM makin longgar. 

Hatmisari seorang pedagang es cendol dawet sangat bersyukur ketika usahanya mulai bisa beroperasi kembali. 

“Sudah lama Kampung Jawi ini tutup, dan akhirnya boleh buka kembali,” tuturnya,Rabu (24/11/2021).

Ia berharap, ekonomi keluarganya menjadi stabil kembali setelah sebelumnya sempat terpuruk semenjak virus corona merajalela.

Kuliner khas Jawa yang disajikan oleh para pedagang di Kampung Jawi menjadi semacam oase bagi masyarakat yang rindu makanan tradisional. 

Para penikmat jajanan pasar tradisional berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Salah satu penggemar kuliner jadul asal Magelang bernama Tono sengaja datang dari kotanya untuk bernostalgia dan menjajal transaksi ala masa kerajaan lampau. 

“Saya lihat di media sosial, kok di Kota Semarang ada kampung yang mengusung konsep serba jadul. Belinya jajan juga pakai uang keping, teringat zaman dulu. Akhirnya saya datang bersama keluarga,” kata Tono.

Diharapkan Kampung Jawi ini akan terus hadir sebagai penjaga warisan budaya nusantara yang adiluhung. Jangan sampai generasi muda kita lebih mengenal kuliner western atau kuliner dari negeri lain. (ARI)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh wibs24. Diberdayakan oleh Blogger.